SILAT KEMENYAN BUDAYA TAK BENDA KABUPATEN NATUNA
DOI:
https://doi.org/10.56783/tm.v1i01.52Kata Kunci:
Budaya Tak Benda, Silat KemenyanAbstrak
Silat kemenyan merupakan induk dari beberapa silat yang sangat sering dipertunjukan dari beberapa silat yang ada natuna dengan diiringi dengan musik has yang ada di daerah natuna sendiri. Silat kemenyan adalah suatu beladiri tradisional yang merupakan hal yang sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan para pejabat besar, hajatan pernikahan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tatacara dalam permainan Silat Kemenyan. Apa saja faktor yang membuat orang tertarik untuk mengikuti Silat Kemenyan tersebut dan apa saja dampak positif dan negatif mengikuti Silat Kemenyan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Untuk mengetahui hasil penelitian, maka di gunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun cara pengambilan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang mendasari seseorang untuk mengkuti Silat Kemenyan ini adalah untuk melindungi diri, Silat dimaknai sebagai seni bela diri, adanya unsur agama yang tekandung dalam Silat Kemenyan agar bertakwa kepada Allah SWT.
Referensi
Ahyaruddin. (2004). Analisis musik silat kemenyan di desa sedanau kecamatan bunguran barat kabupaten natuna kepulauan riau. 1, 1–14.
Anas, A. (2017). Faktor-faktor Fenotipa dan Lingkungan Penentu Produktivitas Resin Kemenyan Toba (Styrax sumatrana J. J. Sm). Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.20886/jpks.2017.1.1.1-9
Hasanah, H. (2017). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
John W. Creswell. (2016). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.
Mardotillah, M., & Zein, D. M. (2017). Silat : Identitas Budaya, Pendidikan, Seni Bela Diri, Pemeliharaan Kesehatan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 18(2), 121. https://doi.org/10.25077/jantro.v18.n2.p121-133.2016
S.Nasution. (2011). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Bumi Aksara.
Sepdwiko, D. (2018). Pewarisan musik iringan tari gandang di nagari pauh ix kecamatan kuranji kota padang. 3(1), 1–6.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukardi. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Bumi Aksara.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Tapak Melayu

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
All articles published in this journal are made available under the Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license.
Under this license, users are free to:
-
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial use.
These permissions are granted provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, a link to the license is provided, and any changes made are clearly indicated.
Authors retain the copyright to their work while granting the journal the right to publish and distribute the article as the original publisher. Third parties may use, reproduce, distribute, translate, and adapt the published work in accordance with the terms of the CC BY 4.0 license.
The full license can be accessed at: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
