NYULOH: TRADISI BERBURU HASIL LAUT MASYARAKAT NATUNA

Penulis

  • Amirudin A Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v1i01.56

Kata Kunci:

Nyuloh, Tradisi Berburu, Masyarakat Natuna

Abstrak

Tradisi Nyuloh adalah praktik mencari hasil laut yang telah ada sejak lama di masyarakat Natuna. Tulisan ini menyajikan asal-usul, peralatan yang digunakan, kegiatan Nyuloh, aspek sosial, dan fungsi tradisi ini dalam kehidupan masyarakat Natuna. Tradisi Nyuloh dilakukan pada malam hari saat air laut surut, dengan persiapan alat penerangan, tombak, keranjang, dan serok. Kegiatan Nyuloh dilakukan berpasangan atau lebih untuk keamanan dan gotong-royong dalam pengumpulan hasil laut yang beragam. Hasil Nyuloh merupakan makanan penting dalam keseharian masyarakat Natuna, yang sangat bergantung pada hasil laut. Tradisi ini menjadi solusi saat situasi laut tidak mendukung metode konvensional seperti memancing. Kegiatan Nyuloh hanya dapat dilakukan pada beberapa hari tertentu yang disebut "tao," dan hanya pada malam hari. Tradisi Nyuloh mencerminkan nilai-nilai gotong-royong dalam masyarakat Natuna dan merupakan bagian penting dari budaya mereka. Informan utama tulisan ini adalah Haji Abdullah Zakaria, seorang tokoh adat di Natuna.

Referensi

Informan utama dari tulisan ini adalah Haji Abdullah Zakaria (salah satu pemangku adat di Natuna dan cukup mengenal seluk-beluk adat di Natuna. Saat ini Haji Abdullah Zakaria dipercaya sebagai salah satu tetua yang diberi amanah untuk memimpin upacara Tepuk Tepung Tawar di Kabupaten Natuna).

Diterbitkan

2023-11-14

Cara Mengutip

A, A. (2023). NYULOH: TRADISI BERBURU HASIL LAUT MASYARAKAT NATUNA. Jurnal Tapak Melayu, 1(01). https://doi.org/10.56783/tm.v1i01.56

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.