BERDAH TRADISI KESENIAN ISLAM DALAM BUDAYA MELAYU

Penulis

  • Mustaqim Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.241

Kata Kunci:

Berdah, Pelestarian, Kesenian Melayu

Abstrak

Berdah adalah salah satu bentuk kesenian tradisional yang berkembang di kalangan masyarakat Melayu, terutama di wilayah pesisir Indonesia dan diujuang utara Indonesia Kabupaten Natuna. Kesenian ini erat kaitannya dengan tradisi Islam, di mana syair-syair yang dinyanyikan mengandung pesan-pesan religius dan pujian terhadap Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kesenian Berdah dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat Melayu serta upaya-upaya pelestariannya di era modern. Melalui pendekatan etnografi, penelitian ini dilakukan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dengan melibatkan pelaku kesenian Berdah dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdah memiliki fungsi sebagai media dakwah Islam, pendidikan moral, dan perekat sosial dalam masyarakat. Namun, modernisasi dan globalisasi telah menyebabkan minat terhadap Berdah menurun, terutama di kalangan generasi muda. Meskipun demikian, upaya pelestarian dan adaptasi terus dilakukan, seperti festival budaya telah dilakukan untuk menjaga tradisi ini agar tetap hidup.

Referensi

Agustari, S., & Wulan, W. S. (2023). Analisis Struktur dan Bentuk Lagu Amintaza Dalam Pertunjukan Zikir Berdah Group Sako Batuah Kelurahan Jambi Kecil Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Jurnal Pangkajian dan Penciptaan Seni, 6 No., 114–134.

Cholid, N., Benua, P., & Pendahuluan, A. (2019). Nilai Nilai Moral dalam Kearifan Lokal Budaya. Jurnal Hasil Penelitian, 4(2), 243–253.

Gunawan, I., Hidayat, M. T., Muaro, S. A. W. M., Pengkajian, J., & Musik, P. (2021). Pertunjukan Musik Berdah di Desa Muarojambi Provinsi Jambi : Sebuah Kajian Bentuk dan Fungsi. Promusika, 9, 84–93.

Imanuddin, Irawan, D., Ghazali, Z., & Marzuki, D. I. (2021). Syams : Jurnal Studi Keislaman Islam di Perbatasan Indonesia-Malaysia : Potret Dakwah di Sajingan Besar , Kalimantan Barat. Jurnal.IAIN-Palangkaraya, 2.

Khoirunnisa, R., Syafniati, & Jhonni. (2018). Pertunjukan Berdah dalam Upacara Perkawinan di Desa Rantau Mpesai, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Jurnal Seni Petunjuk, 9900.

Prayogi, A., Abidin, R., & Ngaisah, Z. F. N. (2022). Masuk Melayu: Telaah Konseptual-Praktis di Malaysia. Jurnal Madaniayah, 12, 243–258.

Rahmal, Jm. P. (2022). Filosofis dan Nilai-Nalai Keislaman dalam Seloko Adat Melayu Jambi Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Jambi. Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi, 1(3), 65–73.

Rumyeni, Lubis, E. E., Rimayanti, N., & Yohana, N. (2015). Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Perubahan Sistem Nilai Masyarakat Melayu di Kota Pekanbaru. Komiunikasi, vol.XII No, 163–172.

Septiani, C. (2023). Evolusi Kebudayaan Melayu Di Era Modern. The Ushuluddin International Student Conference, 1(1).

Suardi, R. (2017). Sastra Lisan Nandung di Riau. Resital, 18(2), 95–102.

Sugiarto, & Tiyomo, R. (2018). Kesenian Berdah di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Diss. Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Tindarika, R. (2021). Nilai-Nilai dalam Kesenian Hadroh di Kota Pontianak. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 12(1), 1–6.

Unduhan

Diterbitkan

2024-11-30

Cara Mengutip

Mustaqim. (2024). BERDAH TRADISI KESENIAN ISLAM DALAM BUDAYA MELAYU. Jurnal Tapak Melayu, 2(02). https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.241

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.