Mewariskan Nilai Melayu: Peran Keluarga dan Pendidikan dalam Konteks Budaya Natuna
DOI:
https://doi.org/10.56783/tm.v3i03.282Kata Kunci:
Nilai Melayu, pewarisan budaya, peran keluarga, pendidikan, budaya lokal, NatunaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran keluarga dan institusi pendidikan dalam mewariskan nilai-nilai budaya Melayu di Natuna, sebuah wilayah kepulauan di bagian utara Indonesia yang memiliki kekayaan tradisi serta identitas lokal yang kuat. Nilai-nilai seperti kesopanan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap orang tua menjadi bagian fundamental dari kehidupan masyarakat Natuna. Namun, arus globalisasi dan modernisasi menimbulkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara dengan beberapa keluarga serta tokoh pendidikan di Natuna, penelitian ini menemukan bahwa keluarga memainkan peran sentral dalam mentransmisikan nilai budaya lewat kegiatan sehari-hari, penggunaan bahasa daerah, dan keteladanan dalam interaksi sosial. Di sisi lain, lembaga pendidikan formal turut memperkuat nilai-nilai itu melalui kurikulum lokal dan aktivitas ekstrakurikuler yang berakar pada budaya. Kolaborasi antara keluarga dan pendidikan menjadi faktor penting dalam menjaga identitas budaya Melayu di tengah perubahan zaman. Meski demikian, masih terdapat hambatan, seperti terbatasnya dokumentasi budaya, kurangnya pelatihan guru dalam mengajarkan nilai budaya, serta pengaruh besar media global terhadap generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya kerja sama yang lebih erat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah untuk melestarikan budaya melalui pendekatan pendidikan berbasis kearifan lokal. Dengan begitu, nilai-nilai Melayu dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari identitas masyarakat Natuna.
Referensi
Akhmad, N. (2019). Ensiklopedi Keragaman Budaya. ALPRIN.
Askarial, A., Rinaldi, K., Hidayati, H., & Buana, D. (2022). Upaya Penanaman Nilai Pancasila Melalui Pendekatan Budaya Melayu. BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 2(2), 173–178. https://doi.org/10.36378/bhakti_nagori.v1i2.2613
Bayu, Y., & Rahmadina, A. (2020). Peran Orang Tua dalam Menanamkan Nilai Karakter Kearifan Lokal Pada Masyarakat Pesisir. Edukasi, 14(2), 145–150. https://doi.org/10.15294/edukasi.v14i2.26821
Fikriyyah, F. (2021). Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Budaya. IUlumul Quran Jurnal Ilmi Al-Quran Dan Tafsir, x, 194–210.
Handoko, Y., Wijaya, H. A., & Lestari, A. (2024). Metode Penelitian Kualitatif Panduan Praktis untuk Penelitian Administrasi Pendidikan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Jadidah, I. T., Rahayu, A., Bella, H. S., Julinda, J., & Anggraini, T. W. (2023). Pengaruh Media Digital Terhadap Sosial Budaya Pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 2(04), 253–268. https://doi.org/10.62668/kapalamada.v2i04.830
Naratiba, R., Suroyo, S., & Fatmasari, R. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Budaya Melayu Riau Di SD Negeri 183 Pekanbaru. Sosioedukasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 10(2), 208–216.
Natuna, U., & Pratiwi, M. Y. (2023). Zikir maulid: warisan sosial spiritual berbasis kearifan lokal masyarakat natuna. Angewandte Chemie International Edition, 1(1), 951–952.
Suratmi, N. (2016). Multicultural: Karya Pelestarian Kearifan Lokal “Kesenian Barongsai-Lion.” Media Nusa Creative.
Susilowati, E., Respati Puguh, D., & Naelili Masruroh, N. (2016). Penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Generasi Muda Di Kepulauan Natuna. In Humanika (Vol. 19, Issue 1, p. 158). https://doi.org/10.14710/humanika.19.1.158-170
Syamsijulianto, T., Rahman, Sari, M. Z., Ratumanan, S. D., & Solehun. (2022). View of Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Masyarakat Melayu Perbatasan Pada Siswa Sekolah Dasar.
Thoriquttyas, T., Dariyadi, M. W., Khaisairi, M., & Sultoni, A. (2019). Prosiding Seminar Nasional : “Penguatan Karakter Cinta Tanah Air Pada Generasi Muda Melalui Multidisiplin Ilmu.” “Penguatan Karakter Cinta Tanah Air Pada Generasi Muda Melalui Multidisiplin Ilmu,” 35–37. file:///C:/Users/ADVAN/Downloads/(Pancasila sebagai nilai agama) 1 Prosiding Seminar Nasional P2KBKU, LP3, UM, 2019.pdf
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Susanti Susanti, Hasmiza Hasmiza

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
All articles published in this journal are made available under the Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license.
Under this license, users are free to:
-
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial use.
These permissions are granted provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, a link to the license is provided, and any changes made are clearly indicated.
Authors retain the copyright to their work while granting the journal the right to publish and distribute the article as the original publisher. Third parties may use, reproduce, distribute, translate, and adapt the published work in accordance with the terms of the CC BY 4.0 license.
The full license can be accessed at: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
