Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Lokal Dan Regional: Tinjauan Atas Fungsi Dan Perkembangannya Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.56783/tm.v3i03.287Kata Kunci:
bahasa melayu, bahasa lokal, regional, IndonesiaAbstrak
Bahasa Melayu memiliki sejarah panjang sebagai lingua franca di wilayah Nusantara dan tetap eksis sebagai bahasa lokal dan regional di Indonesia hingga kini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fungsi serta perkembangan bahasa Melayu di Indonesia dengan pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa Melayu memiliki peran penting dalam pelestarian budaya lokal serta sebagai penanda identitas kedaerahan. Namun, eksistensinya menghadapi tantangan serius, terutama dari dominasi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, arus globalisasi yang membawa nilai-nilai baru, serta semakin berkurangnya jumlah penutur aktif, khususnya di kalangan generasi muda. Meski demikian, peluang untuk merevitalisasi bahasa Melayu tetap terbuka, antara lain melalui penguatan peran pendidikan, dukungan kebijakan lokal, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pembelajaran. Studi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan kalangan akademisi dalam merancang strategi pelestarian bahasa Melayu yang adaptif terhadap perubahan zaman. Upaya bersama ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan bahasa Melayu sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa di tengah dinamika sosial dan budaya kontemporer.
Referensi
Abdul Wahab, M. K. (2020). Konsep Usia atau Lama-Waktu Bahasa Melayu dalam Bidang Linguistik Sejarah dan Perbandingan. E-Jurnal Bahasa Dan Linguistik (e-JBL), 2(1), 23–36. https://doi.org/10.53840/ejbl.v2i1.32
Alwasilah, A. C. (2005). Pengantar Penelitian Linguistik Terapan.
Amelia, S., Nurjannah, I., Tina, N., Zahra, S., & Putri, N. A. (2025). Sejarah Bahasa Indonesia Mencerminkan Perjuangan, Persatuan, dan Identitas Bangsa. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendekiawan Nusantara, 1(6), 9709–9718.
Amin, F., & Ananda, R. A. (2019). Kedatangan dan Penyebaran Islam di Asia Tenggara: Telaah Teoritik tentang Proses Islamisasi Nusantara. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 18(2), 67–100. https://doi.org/10.24042/ajsk.v18i2.3069
Aperiyansa, D. (2024). Analisis Kajian Struktural pada Syair Gitar Tunggal Masyarakat Muratara.
Astuti, K. (2013). Pengaruh Deislamisasi Bahasa Terhadap Perilaku Bangsa. 1–25.
Desrina, I. (2024). Peran Media Sosial dalam Pembentukan Gaya Bahasa Remaja: Studi Literatur tentang Bahasa Gaul dan Adaptasinya dalam Bahasa Indonesia. Indonesian Research Journal on Education Web:, 4, 550–558.
Fettes, M. (2000). The Linguistic Ecology of Education. In National Library.
Fishman, J. A. (1991). Reversing Language Shift: Theoretical and Empirical Foundations of to Threatened Languages. British Library.
Hadibrata, H. (2015). Bahasa Indonesia dari Bahasa Melayu Menuju Bahasa Dunia.
Hamdan, R., & Sujud, A. (2021). Klasifikasi Realiti Dalam Syair Menurut Masyarakat Melayu Tradisional. Journal Melayu Sedunia, 4(1), 206–229.
Hasbullah, M. (2017). Islam dan Transformasi Masyarakat Nusantara, Kajian Sosiologis Sejarah Indonesia. Kencana.
Hidayah, L. N. (2015). Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji: Studi Analisis Pasal 1 - Pasal 12 Gurindam 12 Dengan Paradigma Pendidikan Islam.
Kango, A., Sultan, I., & Gorontalo, A. (2015). Media dan Perubahan Sosial Budaya. Farabi: Journal of Ushuluddin & Islamic Thought, 12, 20–34. http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/fa
Kuswandi, D., Rusli, R., & Sani, A. (2023). Kultur Masyarakat Melayu: Studi Etnografi Islam Melayu Nusantara Abad 18. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(3), 1470–1486. https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i3.5515
Kuwoto, M. A., & Saputra, E. (2024). Memotret Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Sejarah Lokal Upaya Membangkitkan Semangat Nasionalisme. Jurnal Artefak, 11(1), 1. https://doi.org/10.25157/ja.v11i1.10271
Mu’in, F., Jumadi, Mh., & Noortyani, R. (2023). Antropolinguistik Kajian Bahasa Dalam Perspektif Budaya. CV. EUREKA MEDIA AKSARA.
Munandar, A. (2016). Pemakaian Bahasa Jawa dalam Situasi Kontak Bahasa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Humaniora, 25(1), 92–102. https://journal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/1819
Olbata, E. I., Gerungan, L. K. F. R., & Tinangon, E. N. (2016). Kajian Yuridis Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Kontrak dengan Pihak Asing. Jurnal Fakultas Hukum Unsrat, 15(3), 1–23.
Rahima, A. (2024). Revitalisasi Bahasa Daerah Hampir Punah sebagai Dokumentasi Bahasa. Pengabdian Deli Sumatera, 3(1), 56–61.
Ramala, D. E. (2020). Aksara Jawi : Warisan Budaya Dan Bahasa Alam Melayu Dalam Tinjauan Sosiolinguistik. Jurnal Islamika, 3(2), 1–13. https://doi.org/10.37859/jsi.v3i2.2000
Reid, A. (2011). Menuju Sejarah Sumatra: Antara Indonesia dan Dunia. KITLV.
Saefullah, A. (2016). Tumasik: Sejarah Awal Islam di Singapura (1200-1511 M). Jurnal Lektur Keagamaan, 14(2), 419. https://doi.org/10.31291/jlk.v14i2.507
Sari, A. E., & Yasnel. (2025). Penggunaan Bahasa Melayu Riau dan Orality dalam Lingkup Masyarakat. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 2(1), 557–564.
Tri Sulistiyono, S. (2015). Multikulturalisme Dalam Perspektif Budaya Pesisir. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 5(01), 1. https://doi.org/10.25273/ajsp.v5i01.893
Widyastuti, C. S. (2024). Bahasa Indonesia Sebagai Produk Budaya dan Bagian Dari Bahasa Austronesia : Suatu Tinjauan Linguistik Historis Komparatif. Kajian Linguistik Dan Sastra, 3(1), 1–13. https://online-journal.unja.ac.id/kal/article/view/30518/17212
Yani, N. M., Montratama, I., & Putera, I. (2017). Langit Indonesia Milik Siapa Makna Strategis Wilayah Pengendalian Udara (FIR) Inonesia-Singapura. Elex Media Komputindo.
Yusriadi, Y.-. (2019). Identitas Dayak Dan Melayu Di Kalimantan Barat. Handep: Jurnal Sejarah Dan Budaya, 1(2), 1–16. https://doi.org/10.33652/handep.v1i2.10
Zulfikar, A. (2015). Bahasa Indonesia sebagai Embrio Bahasa Asean (Peluang dan Tantangan Menuju ASEAN Community 2015). 151, 10–17.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Hasmiza Hasmiza

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
All articles published in this journal are made available under the Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license.
Under this license, users are free to:
-
Share — copy and redistribute the material in any medium or format.
-
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial use.
These permissions are granted provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, a link to the license is provided, and any changes made are clearly indicated.
Authors retain the copyright to their work while granting the journal the right to publish and distribute the article as the original publisher. Third parties may use, reproduce, distribute, translate, and adapt the published work in accordance with the terms of the CC BY 4.0 license.
The full license can be accessed at: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
