Tikar Pandan Warisan Seni Budaya Masyarakat Serasan Natuna

Penulis

  • Abu Bakar Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v3i01.280

Kata Kunci:

Mempertahankan, budaya, Anyaman

Abstrak

Arus globalisasi dapat memicu evolusi gaya hidup masyarakat ke arah yang lebih modern. Sebagai dampaknya, preferensi masyarakat cenderung beralih pada kebudayaan baru yang dinilai lebih pragmatis dibandingkan dengan kebudayaan setempat. Salah satu pemicu utama mengapa budaya lokal semakin terpinggirkan di era sekarang adalah rendahnya antusiasme generasi penerus untuk mendalami dan melestarikan warisan kebudayaan mereka sendiri. Salah satu budaya lokal yang mulai tergerus oleh zaman yaitu budaya seni anyaman. Terlihat semakin tidak banyak lagi di temui produk seni anyaman yang beredar di pasaran. Adapun metodologi penelitian ini Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan "Field Research". Penelitian lapangan merupakan suatu penelitian yang dilakukan dengan cara sistematis dengan mengangkat data yang ada di lapangan, Budaya ini harus bisa di pertahankan agar anak cucu kita kelak masih bisa melihatnya. Artikel ini membahas tentang upaya mempertahankan warisan budaya melalui seni anyaman pandan di Kecamatan Serasan. Seni anyaman pandan telah menjadi bagian penting dari warisan budaya lokal di daerah serasan, tetapi menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutannya di tengah perubahan zaman dan gaya hidup modern. Artikel ini menyoroti peran seni anyaman pandan dalam mempertahankan identitas budaya, mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan tradisi, serta upaya-upaya yang dilakukan oleh komunitas setempat dan pihak terkait untuk melestarikan seni anyaman pandan. Dengan menganalisis peran seni anyaman pandan dalam konteks keberlanjutan budaya, tulisan ini menawarkan wawasan tentang bagaimana upaya-upaya ini dapat terus ditingkatkan untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya yang berharga di Kecamatan Serasan.

Referensi

Arikunto, S. (2019). Dasar – Dasar Research. Visi Pustaka, 21(2), 147–156.

Maros, F., Julian, E., Ardi, T., & Ernawati, K. (2016). Penelitian Lapangan (Field Research). Ilmu Komunikasi, 25.

Sumantri. (2023). Mitigasi Dampak Negatif Globalisasi pada Budaya Lokal. JUPSI: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1(2), 67–71. https://doi.org/10.62238/jupsijurnalpendidikansosialindonesia.v1i2.55

Maros, F., Julian, E., Ardi, T., & Ernawati, K. (2016). Penelitian Lapangan (Field Research). Ilmu Komunikasi, 25.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Sumantri. (2023). Mitigasi Dampak Negatif Globalisasi pada Budaya Lokal. JUPSI: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1(2), 67–71. https://doi.org/10.62238/jupsijurnalpendidikansosialindonesia.v1i2.55

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-30

Cara Mengutip

Bakar, A. (2025). Tikar Pandan Warisan Seni Budaya Masyarakat Serasan Natuna. Jurnal Tapak Melayu, 3(01), 10–23. https://doi.org/10.56783/tm.v3i01.280

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.