Keghabu Sebagai Budaya Tak Benda Kabupaten Natuna

Penulis

  • Maulida M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v1i01.55

Kata Kunci:

Budaya Tak benda, Jantung Pisang, Keghabu Natuna

Abstrak

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa jenis budaya tak benda yang ada di Kabupaten Natuna yaitu pada jenis makanan yang sibeut “keghabu”, adapun teknik yang digunakan pada penelitian ini 1) observasi, 2) wawancara dann 3) dokumentasi. Hasil penelitian ini menyakatakan bahawa keghabu merupakan hasil olahan jantung pisang yang ditambah dengan aneka bumbu dapur ini sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Natuna sebagai hidangan pada musim utara dimana angin laut kencang dan gelombang besar sehingga masyarakat yang biasa melaut  harus menghemat stok ikan dan memanfaatkan hasil kebun selain itu keghabu juga menjadi hidangan berbuka puasa. Keghabu ini sudah dikenali sejak zaman masuknya kerajaan Melayu di Segeram pada tahun 1597 – 1655 M. Adapun nilai gizi yang terkandung didalam jantung pisang cukup tinggi seperti kalsium, zat besi, vit A dan Vit B

Referensi

Astija, A., & Djaswintari, D. (2020). Analisis Kandungan Lemak Pada Abon Yang Dibuat Dari Jantung PisanG (Musa paradisiaca) Dan Ikan Sidat (Anguilla marmorata). Journal of Nutrition College, 9(4), 241–246. https://doi.org/10.14710/jnc.v9i4.27789

Astuti, H. (2020). Efektifitas Jantung Pisang Dan Daun Katuk Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Desa Teluk Kiambang Wilayah Kerja Puskesmas Tempuling Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir. Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, 6(1), 15–22. https://doi.org/10.47521/selodangmayang.v6i1.142

Fitria Amelia. (2004). Pola Budaya Terhadap Makanan, Masalah Budaya Terhadap Makanan Dan Gizi, Sistim Budaya Terhadap Makanan, Solusi Mengatasi Masalah Budaya Dan Makanan. 1–3.

Hasanah, H. (2017). Teknik-Teknik Observasi (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Kasnodihardjo, & Angkasawati, T. J. (2014). Nilai-Nilai Budaya Yang Mendasari Pemerataan Makanan. Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, 42(1), 59–70.

Lexy J. Meleong. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi).

Maulida, dkk. (2023). Mendu, Budaya Tradisional Natuna Yang Ditinggalkan, 2(1), 15–25.

Nurti, Y. (2017). Kajian Makanan Dalam Perspektif Antropologi Received. Diponegoro Journal of Accounting, 2(1), 2–6. http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=2227%0A???%0Ahttps://ejournal.unisba.ac.id/index.php/kajian_akuntansi/article/view/3307%0Ahttp://publicacoes.cardiol.br/portal/ijcs/portugues/2018/v3103/pdf/3103009.pdf%0Ahttp://www.scielo.org.co/scielo.ph

Pratama, J., & Christhomas, J. (2021). Perancangan Dan Pengembangan E-Catalog Andra Laundry Keywords : 1(1), 610–621.

Rahmiati Darwis, M. A. H. M. R. H. (2022). Kajian Identitas Budaya Kuliner Dangke Makanan Khas Massenrempulu. Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 2(1), 38. https://doi.org/10.33477/lingue.v2i1.1389

Roza, Y. M., Razali, G., Fatmawati, E., Syamsuddin, Arie, G., & Wibowo. (2023). Identitas Budaya Dan Sosial Pada Makanan Khas Daerah: Tinjauan Terhadap Perilaku Konsumsi Masyarakat Muslim Pada Bulan Ramadan Di Indonesia. 4(1), 31–41.

Sofyan, A. (2022). Hubungan Manusia Dan Kebudayaan Dalam Perpspektif Keanekaragaman Budaya, Peradaban, Dan Sumber Penghidupan. 4 (1), 1–15.

Woodward, K. (2002). Identity And Difference (T. O. University (Ed.); 3 ed.).

Diterbitkan

2023-11-11

Cara Mengutip

M, M. (2023). Keghabu Sebagai Budaya Tak Benda Kabupaten Natuna. Jurnal Tapak Melayu, 1(01). https://doi.org/10.56783/tm.v1i01.55

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.