RUMPUN SEBAGAI WARISAN BUDAYA MENANGKAP IKAN MASYARAKAT SERASAN

Penulis

  • Maulida Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.246

Kata Kunci:

Warisan Budaya, Rumpun, Tangkap Ikan

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya tak benda di Kecamatan Serasan salah satunya budaya menangkap ikan dengan “Rumpun”. Adapun jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan teknik pengumpulan data pada observasi, wawancara, dan dokumentasi. Rumpun memiliki arti yaitu tempat ikan berkerumun atau tempat ikan berkumpul dan bersarang, rumpun pertama sekali di gunakan masyarakat Serasan tepatnya di Desa Tanjung Setelung. Rumpun dibuat dengan bahan dasar pelepah dan daun kelapa yang diikat sebanyak kurang lebih 30-50 buah, kemudian di larungkan di air laut dengan kedalaman 20 – 40 meter. Rumpun dapat bertahan selama satu bulan di dasar laut, Adapun jenis ikan yang biasa didapatkan oleh nelayan yaitu ikan selar, ikan tamban, ikan manyuk dan ikan tongkol.

Referensi

Agus Dono Karmadi. (1991). A Heritage Handbook. 1–6.

AZIS, A. Y. A. Y., & Wisnu. (2021). Perkembangan Teknologi Tangkap Ikan Nelayan Di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi Tahun 2001 – 2013. Avatara, 11(1).

Darma, A., Salem, L., & Patriantoro, P. (2019). Peristilahan dalam “Nubak Adat”(Tradisi Menangkap Ikan) Masyarakat Melayu Ketapang: Pendekatan Etnolinguistik. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 8(6), 1–7.

Desi Karolina, R. (2021). Kebudayaan Indonesia (Pertama). EUREKA MEDIA AKSARA, SEPTEMBER 2021 ANGGOTA IKAPI JAWA TENGAH NO. 225/JTE/2021.

Hikmawati, F. (2017). Metodologi Penelitian (4th ed.). PT Raja Grafindo Persada.

Maulida. (2023). Keghabu Sebagai Budaya Tak Benda Kabupaten Natuna. 01(01).

Maulida, M. (n.d.). BENDA PADA WARISAN WISATA KULINER KHAS NATUNA “ PEDEK .”

Nahak, H. M. . (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Ngafifi, M. (2014). Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Manusia Dalam Perspektif Sosial Budaya. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 2(1), 33–47. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2616

Rachmawati, D. W. (n.d.). Book Chapter Pengantar Sosiologi Penerbit Cv.Eureka Media Aksara.

Ramadhani, N., & Pangestu, R. N. (2022). Perkembangan Teknologi Dan Lingkungan Geografis ( Literature Review Perilaku Konsumen ). Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(5), 515–528.

Sugiyono, D. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. In Penerbit Alfabeta.

Surahman, T., Saman, S., & Syahrani, A. (2015). Peristilahan Alat Tradisional Menangkap Ikan Masyarakat Melayu Kecamatan Pinoh Utara Kabupaten Melawi. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(6), 1–12.

Suryana, I. G. P. E., & Antara, I. G. M. Y. (2019). Menggali Nilai-Nilai Pelestarian Lingkungan Geografis Pada Beberapa Desain Seni Pewayangan Bali. Media Komunikasi Geografi, 20(1), 56. https://doi.org/10.23887/mkg.v20i1.17257

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-16

Cara Mengutip

Maulida. (2024). RUMPUN SEBAGAI WARISAN BUDAYA MENANGKAP IKAN MASYARAKAT SERASAN. Jurnal Tapak Melayu, 2(02). https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.246