SULUK DAN TRANSFORMASI DIRI: PENDEKATAN SPIRITUAL DALAM KEHIDUPAN BUDAYA MELAYU BARU

Penulis

  • Said Ali Syahroni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna
  • Ferri Irawan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.243

Kata Kunci:

Suluk, Transformasi Diri, Budaya Melayu, Pendekatan Spiritual, Nilai Budaya

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendekatan spiritual, khususnya konsep suluk, dalam kehidupan budaya Melayu baru. Suluk, sebagai praktik spiritual yang memiliki akar dalam tradisi Islam, telah menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas dan nilai-nilai budaya Melayu. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mencakup studi literatur dan wawancara dengan praktisi suluk untuk memahami makna, nilai, dan penerapan suluk dalam konteks kehidupan modern masyarakat Melayu. Temuan menunjukkan bahwa suluk tidak hanya berfungsi sebagai praktik ibadah individual, tetapi juga sebagai alat transformasi diri yang mendalam. Suluk membantu individu dalam pencarian makna hidup, pengembangan moral, dan peningkatan kesadaran spiritual, yang pada gilirannya berdampak pada kehidupan sosial dan budaya mereka. Pendekatan spiritual ini memperkuat identitas budaya Melayu di tengah arus modernisasi dan globalisasi, memberikan masyarakat Melayu fondasi etis dan spiritual untuk menghadapi perubahan zaman. Melalui pendekatan suluk, masyarakat Melayu diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai luhur dan memperkaya transformasi diri menuju kehidupan yang lebih beradab dan bermakna.

Referensi

Abdullah, Z., & Jubba, H. (2020). Pengaruh Religiusitas Dan Kegiatan Spiritual Terhadap Persepsi Tingkat Keamanan Di Indonesia. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 16(1), 10–23. https://doi.org/10.23971/jsam.v16i1.1709

Andaya, L. Y. (2008). The Kingdom of Johor: Trade and Economic Expansion in Southeast Asia. Cambridge University Press.

Aryanto, D. (2023). Islamic Values in Malay Culture. Kawasan Sejarah.

Asmanidar, A. (2021). Suluk Dan Perubahan Perilaku Sosial Salik (Telaah Teori Konstruksi Sosial Peter L Berger Dan Thomas Luckman). Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1), 99. https://doi.org/10.22373/arj.v1i1.9488

Effendi, N. (2016). Pemahaman dan Pembentukan Karakter Masyarakat: Realitas dan Pandangan Antropologi. Tingkap, 11(2), 175. https://doi.org/10.24036/tingkap.v11i2.6204

Febriani, S. R., Mustofa, S., & Desrani, A. (2023). Peningkatan Spiritual dan Etika Sosial Masyarakat Melalui Pembelajaran Kitab Kuning dan Bacaan Wirid. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 14(2), 233–245. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v14i2.11567

Hadi, A. S. (2022). Struktur, Fungsi, Dan Nilai Naskah Suluk Abdur Rohim Al Ngawi (Kajian Filologi) Ahmad Shofyan Hadi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Bapala, c, 1–17.

Mizan, A. A. (2004). Islam in the Indonesian World: An Account of Institutional Formation. Mizan Publika.

Muh David Balya Al. (2023). Kemajuan Teknologi Dan Pola Hidup Manusia Dalam Perspektif Sosial Budaya. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 1(3), 26–53. https://doi.org/10.47861/tuturan.v1i3.272

Mustaqim, D. Al. (2023). Transformasi Diri: Membangun Keseimbangan Mental dan Spiritual Melalui Proses Islah. Jurnal Kawakib, 4(2), 120–134. https://doi.org/10.24036/kwkib.v4i2.173

Nahak, H. M. . (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Nawali, A. K. (2018). Hakikat, Nilai-Nilai Dan Strategi Pembentukan Karakter (Akhlak) Dalam Islam. Ta’lim : Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1(2), 325–346. https://doi.org/10.52166/talim.v1i2.955

Rehayati, R. (2013). Jati Diri Melayu di Era Global Malay Identity and multiculturalisme : Kontekstualisasi Jati Diri Melayu Era Global. Toleransi: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 5(1), 13.

Rofiq, A., & Riyadi, A. K. (2023). Konsep Suluk Zainuddin Al-Malibari: Jalan Tritunggal Menuju Ma’rifat Allāh. Konsep Suluk Zainuddin Al-Malibari TAJDID, 22(2), 331–358.

Rosenberger, F., & Feigelson, R. S. (2011). Fundamentals of Crystal Growth I: Macroscopic Equilibrium and Transport Concepts. Physics Today, 34(2), 77–78. https://doi.org/10.1063/1.2914446

Salleh, H. M. (1991). Pengantar Sejarah Melayu: Dari Asal Usul Hingga Modernitas. Dewan Bahasa dan Pustaka.

Septiani, C. (2023). Evolusi Kebudayaan Melayu Di Era Modern. The Ushuluddin International Student Conference, 1(1).

Sholahudin, U. (2019). Globalisasi: Antara Peluang dan Ancaman Bagi Masyarakat Multikultural Indonesia. Sosiologi Pendidikan Humanis, 4(2), 103–114.

Sitanggang, H., Pardede, Y., Defrianti, D., & Adat Melayu dalam Membangun Identitas Budaya, P. (2023). Peranan Adat Melayu dalam Membangun Identitas Budaya The Role of Malay Customs in Building Cultural Identity. Seminar Nasional Humaniora P, 3, 16–25. https://www.conference.unja.ac.id/SNH

Sumiyati, S., Laili, N., Fitri, A., Ramadhani, D. P., Salsabila, M., Alfattah, M. R., & Darwis, M. (2024). Islam dan Kebudayaan (Adat dan Kebudayaan Melayu Tidak Pernah Lepas Dari Agama Islam). Jurnal Multidisiplin West Science, 3(06), 688–695. https://doi.org/10.58812/jmws.v3i06.1220

Syafrizal, S., & Suryono, Y. (2018). Penerapan Lembaga Suluk dalam membentuk nilai-nilai karakter masyarakat. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 5(2), 122–127. https://doi.org/10.21831/jppm.v5i2.21543

Widjayengrono, P. S. (2023). Identifikasi melayu dalam perspektif historis. Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan, 10(2), 78–90.

Yusuf, M., & Ondeng, S. (2024). Pergeseran Nilai Dalam Kehidupan Sosial Budaya Dan Pendidikan. Jip, 2(2), 427–440.

Zalikha, & Rusmana, D. (2023). Spiritualitas Islam Dalam Suluk Wujil Karya Sunan Bonang Berdasarkan Kajian Semiotik. Haluan Sastra Budaya, 7(2), 211–230.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-02

Cara Mengutip

Syahroni, S. A., & Irawan, F. (2024). SULUK DAN TRANSFORMASI DIRI: PENDEKATAN SPIRITUAL DALAM KEHIDUPAN BUDAYA MELAYU BARU. Jurnal Tapak Melayu, 2(02). https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.243