SILAT CEKAK; Sejarah dan Eksistensinya Saat Ini

Penulis

  • Septian Liandy Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

DOI:

https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.247

Kata Kunci:

Silat Cekak, Eksistensi, Sejarah

Abstrak

Silat merupakan seni bela diri tradisional yang memiliki akar dalam budaya Melayu dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Silat cekak merupakan seni beladiri yang berasal dari serasan khususnya dari Desa Air Ringau yang di adopsi dari Malaysia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi etnografi. Informan dalam penelitian ini yaitu guru atau penerus dari silat cekak yang ada di Desa Air Ringau. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi, serta dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa Silat cekak masuk ke serasan berawal dari salah satu warga serasan bernama Subanting yang  pergi merantau ke Malaysia dan ketika di Malaysia sekaligus belajar silat untuk bekal atau pegangan diri. Silat cekak memiliki 10 macam gerakan tangkap yang terdapat didalam silat cekak ini dan setiap gerakan memiliki fungsi yang berbeda di iringi alat musik  2 (dua) yaitu gendang dan gong. Peran pemerintah setempat sangat dibutuhkan untuk support agar silat cekak tetap eksis di Serasan.

Referensi

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57

Arquitectura, E. Y., Introducci, T. I., 赫晓霞, Iv, T., Teatinas, L. A. S., Conclusiones, T. V. I. I., Contemporáneo, P. D. E. U. S. O., Evaluaci, T. V, Ai, F., Jakubiec, J. A., Weeks, D. P. C. C. L. E. Y. N. to K. in 20, Mu, A., Inan, T., Sierra Garriga, C., Library, P. Y., Hom, H., Kong, H., Castilla, N., Uzaimi, A., … Waldenström, L. (2015). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis, 53(9), 1689–1699. http://publications.lib.chalmers.se/records/fulltext/245180/245180.pdf%0Ahttps://hdl.handle.net/20.500.12380/245180%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12

Fitri, N. L. (2017). Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak Anak Sejak Dini. Al-Hikmah : Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education, 1(2), 155–168. https://doi.org/10.35896/ijecie.v1i2.11

KKBI. (n.d.). KBBI. https://kbbi.web.id/cekik

Prayogi, R., Betria, I., & Rusmana, F. (2023). Silek Tari dalam Upacara Pernikahan Adat Melayu Rambah Hilir berbasis. Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 3(2), 10–16.

Wan Hasbullah, W. M. D. (2018). Meor Abdul Rahman: Konsep Tempur Seni Gayong Dan Inovasi Silat Melayu. Jurnal Pengajian Melayu, 29(1), 262–285. https://doi.org/10.22452/jomas.vol29no1.11

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-26

Cara Mengutip

Liandy, S. (2024). SILAT CEKAK; Sejarah dan Eksistensinya Saat Ini. Jurnal Tapak Melayu, 2(02). https://doi.org/10.56783/tm.v1i02.247